Sabtu, 04 Juni 2011

Hiperseks akan Dikategorikan Gangguan Jiwa

Cukup banyak orang yang mengalami hiperseksual, tak terkecuali tokoh yang dikenal dunia seperti Tiger Wood, Arnold Schwarzenegger dan Bill Clinton. Kecanduan seks jika tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan masalah besar. Mulai dari kondisi psikologis yang tidak stabil hingga berpotensi menghancurkan keluarga, karir dan status sosial.

Hiperseksual dianggap sebagai penyimpangan seksual yang ditandai dengan tingginya keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Tak lama lagi penyimpangan seksual ini akan masuk dalam kategori gangguan mental.

“Setiap tahun, ribuan laki-laki dan perempuan dari semua lapisan masyarakat mencari bantuan psikiatris untuk gangguan perilaku seksual,” ujar dokter yang berkumpul pekan lalu pada pertemuan tahunan American Psychiatric Association (APA), seperti dilansir LATimes, Selasa (24/5/2011).

Makin banyaknya orang yang mengalami masalah perilaku seksual telah mendorong psikiater untuk mempertimbangkan membuat gangguan mental jenis baru, yaitu gangguan hiperseksual yang dicirikan dengan perilaku seksual berisiko dan berlebihan.

Gangguan hiperseksual ini sedang dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) edisi selanjutnya yang disebut DSM-5, yang akan diluncurkan pada tahun 2013.

Menurut laporan peneliti pada pertemuan APA, penelitian menunjukkan adanya kesamaan dari pengalaman masa kecil dari pecandu seks. Sebagian besar dari mereka mengalami beberapa jenis kekerasan mental, fisik atau seksual pada saat masih kanak-kanak.

Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang mengalami hiperseksual sering tidak memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain sejak awal kehidupan.

Menurut studi yang disajikan oleh peneliti Swedia, 92 persen laki-laki dengan gangguan hiperseksual setidaknya memiliki gejala depresi ringan. Baik laki-laki dan perempuan dengan hiperseksual, memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah dibandingkan dengan orang tanpa gangguan hiperseksual.

Perempuan dengan gangguan hiperseksual dilaporkan menjadi lebih emosional dan tertekan dibandingkan dengan pasien laki-laki.

“Perhatian untuk masalah ini tumbuh dan datang pada waktu yang tepat. Ketersediaan pornografi di internet dapat menciptakan orang dengan gangguan perilaku seksual. Saya melihat sekarang banyak pasien di usia 20-an tahun yang mulai melakukan perilaku seksual internet sejak duduk di kelas lima,” jelas Patrick Carnes, direktur eksekutif Gentle Path, program untuk pecandu seks di Pine Grove Behavioral Health & Addiction Services, Hattiesburg.

Menurut Carnes, paparan pornografi atau aktivitas seksual pada usia muda dapat membuat otak menciptakan kebutuhan rangsangan seksual yang berlebih di kemudian hari.

“Penelitian menunjukkan paparan zat lebih awal (di usia muda) dapat meningkatkan risiko kecanduan nantinya. Hal yang sama juga berlaku untuk kecanduan seks,” lanjut Carnes.
(detik)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar